Suasana di Purbalingga pagi itu teramat ramai. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah itu satu-satu berdatangan untuk mengikuti senam pagi bersama. Namun uniknya, seluruh PNS tersebut terlihat nyentrik dengan mengenakan Batu Murah Akik Kelawing.
Ya, Purbalingga merupakan kabupaten yang memiliki ciri khas penghasil Batu Murah Akik Kelawing ternama di Jawa Tengah. Namanya Batu Murah Kelawing. Batu Murah mulia jenis ini, bahkan sudah terkenal hingga luar negeri.
Benar saja, tren Batu Murah Akik Kelawing dimanfaatkan langsung oleh pemerintah kabupaten setempat untuk mempopulerkan produknya di mata nasional. Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto baru-baru ini, bahkan mewajibkan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Di tengah booming-nya Batu Murah Akik Kelawing di semua kalangan, hal itu direspons positif oleh para PNS. Tak hanya diminati para pria, Batu Murah Akik Kelawing jenis Kelawing juga banyak dipakai PNS wanita.
Naning (28) salah satunya. PNS Pemda Purbalingga itu terlihat mengenakan sejumlah asesoris seperti liontin dan cincin yang terbuat dari Batu Murah mulia asal Purbalingga. Meski aturan pemakian wajib Batu Murah Akik Kelawing dikhusukan bagi PNS laki, tetapi dia, bahkan sangat menyukai memakai asesoris daerah itu.
"Suka banget, karena bagus. Apalagi, ini untuk mencintai Batu Murah asli Purbalingga. Jadi, tetep beli dan pakai," kata wanita yang paling menyukai Batu Murah jenis giok itu.
Uniknya, PNS laki-laki yang memakai Batu Murah Akik Kelawing bahkan tak hanya satu buah. Rata-rata mereka memakai Batu Murah Akik Kelawing di kedua jari tangan mereka. Jumlahnya hingga lima Batu Murah Akik Kelawing dengan jenis yang berbeda pula. Mulai dari Batu Murah Akik Kelawing Kelawing yang paling terkenal dengan sebutan Panca Warna, naga suwi, Batu Murah gambar, Batu Murah giok Kelawing, sulaiman, dan lavender.
Isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia Soal Batu Murah Akik Kelawing Resahkan Perajin
Ketua Majelis Ulama Indonesia Nusakambangan Sukamto mengatakan Majelis Ulama Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan Batu Murah Akik Kelawing. Menurut dia, memakai Batu Murah Akik Kelawing, kalau tidak meyakini ada kekuatannya, tidak masalah.
"Isu itu sengaja diembuskan untuk meningkatkan pamor jual beli Batu Murah mulia saja. Trik pasar biasanya begitu, untuk menaikkan harga," katanya, Selasa, 10 Maret 2015.
Sukamto mengatakan fenomena kepercayaan Batu Murah Akik Kelawing yang dikatakan memiliki pamor sudah ada sejak dahulu kala.
"Tapi di sini kami ingin mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia tidak pernah mengeluarkan keputusan berisi larangan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing," kata dia.
Para perajin Batu Murah Akik Kelawing di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, resah dengan munculnya isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia soal Batu Murah Akik Kelawing.
Khomari, perajin Batu Murah Akik Kelawing asal Padukuhan Sendang 2, Nusakambangan, mengaku resah dengan isu tersebut.
"Isu yang beredar di kalangan masyarakat menyatakan jika Batu Murah Akik Kelawing tidak halal karena dianggap mempunyai daya magis," kata dia.
Dia mengatakan akibat isu tersebut perajin di wilayah Ponjong resah.
Ia mengatakan Batu Murah Akik Kelawing yang dia jual tidak mengandung nilai magis. Harga Batu Murah yang dijual tergantung motif atau kekerasan Batu Murah.
"Batu Murah yang mahal itu yang bergambar corak. Kemarin saya menjual sampai Rp 1 juta karena ada gambar wali," katanya.
Bupati Nusakambangan Badingah mejelaskan isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia itu tidak benar. Hal itu sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan keresahan.
Menurut Badingah, Batu Murah Akik Kelawing hanya sekadar aksesori dan tidak ada magisnya. "Hingga saat ini, kami belum mendengar keputusan Majelis Ulama Indonesia yang mengtidak halalkan Batu Murah Akik Kelawing. Percayalah, isu itu tidak benar," katanya.
================
Tren Nyentrik Batu Murah Akik Kelawing PNS Purbalingga
Suasana di Purbalingga pagi itu teramat ramai. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah itu satu-satu berdatangan untuk mengikuti senam pagi bersama. Namun uniknya, seluruh PNS tersebut terlihat nyentrik dengan mengenakan Batu Murah Akik Kelawing.
Ya, Purbalingga merupakan kabupaten yang memiliki ciri khas penghasil Batu Murah Akik Kelawing ternama di Jawa Tengah. Namanya Batu Murah Kelawing. Batu Murah mulia jenis ini, bahkan sudah terkenal hingga luar negeri.
Benar saja, tren Batu Murah Akik Kelawing dimanfaatkan langsung oleh pemerintah kabupaten setempat untuk mempopulerkan produknya di mata nasional. Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto baru-baru ini, bahkan mewajibkan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Di tengah booming-nya Batu Murah Akik Kelawing di semua kalangan, hal itu direspons positif oleh para PNS. Tak hanya diminati para pria, Batu Murah Akik Kelawing jenis Kelawing juga banyak dipakai PNS wanita.
Naning (28) salah satunya. PNS Pemda Purbalingga itu terlihat mengenakan sejumlah asesoris seperti liontin dan cincin yang terbuat dari Batu Murah mulia asal Purbalingga. Meski aturan pemakian wajib Batu Murah Akik Kelawing dikhusukan bagi PNS laki, tetapi dia, bahkan sangat menyukai memakai asesoris daerah itu.
"Suka banget, karena bagus. Apalagi, ini untuk mencintai Batu Murah asli Purbalingga. Jadi, tetep beli dan pakai," kata wanita yang paling menyukai Batu Murah jenis giok itu.
Uniknya, PNS laki-laki yang memakai Batu Murah Akik Kelawing bahkan tak hanya satu buah. Rata-rata mereka memakai Batu Murah Akik Kelawing di kedua jari tangan mereka. Jumlahnya hingga lima Batu Murah Akik Kelawing dengan jenis yang berbeda pula. Mulai dari Batu Murah Akik Kelawing Kelawing yang paling terkenal dengan sebutan Panca Warna, naga suwi, Batu Murah gambar, Batu Murah giok Kelawing, sulaiman, dan lavender.
Isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia Soal Batu Murah Akik Kelawing Resahkan Perajin
Ketua Majelis Ulama Indonesia Nusakambangan Sukamto mengatakan Majelis Ulama Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan Batu Murah Akik Kelawing. Menurut dia, memakai Batu Murah Akik Kelawing, kalau tidak meyakini ada kekuatannya, tidak masalah.
"Isu itu sengaja diembuskan untuk meningkatkan pamor jual beli Batu Murah mulia saja. Trik pasar biasanya begitu, untuk menaikkan harga," katanya, Selasa, 10 Maret 2015.
Sukamto mengatakan fenomena kepercayaan Batu Murah Akik Kelawing yang dikatakan memiliki pamor sudah ada sejak dahulu kala.
"Tapi di sini kami ingin mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia tidak pernah mengeluarkan keputusan berisi larangan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing," kata dia.
Para perajin Batu Murah Akik Kelawing di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, resah dengan munculnya isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia soal Batu Murah Akik Kelawing.
Khomari, perajin Batu Murah Akik Kelawing asal Padukuhan Sendang 2, Nusakambangan, mengaku resah dengan isu tersebut.
"Isu yang beredar di kalangan masyarakat menyatakan jika Batu Murah Akik Kelawing tidak halal karena dianggap mempunyai daya magis," kata dia.
Dia mengatakan akibat isu tersebut perajin di wilayah Ponjong resah.
Ia mengatakan Batu Murah Akik Kelawing yang dia jual tidak mengandung nilai magis. Harga Batu Murah yang dijual tergantung motif atau kekerasan Batu Murah.
"Batu Murah yang mahal itu yang bergambar corak. Kemarin saya menjual sampai Rp 1 juta karena ada gambar wali," katanya.
Bupati Nusakambangan Badingah mejelaskan isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia itu tidak benar. Hal itu sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan keresahan.
Menurut Badingah, Batu Murah Akik Kelawing hanya sekadar aksesori dan tidak ada magisnya. "Hingga saat ini, kami belum mendengar keputusan Majelis Ulama Indonesia yang mengtidak halalkan Batu Murah Akik Kelawing. Percayalah, isu itu tidak benar," katanya.
Suasana di Purbalingga pagi itu teramat ramai. Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah itu satu-satu berdatangan untuk mengikuti senam pagi bersama. Namun uniknya, seluruh PNS tersebut terlihat nyentrik dengan mengenakan Batu Murah Akik Kelawing.
Ya, Purbalingga merupakan kabupaten yang memiliki ciri khas penghasil Batu Murah Akik Kelawing ternama di Jawa Tengah. Namanya Batu Murah Kelawing. Batu Murah mulia jenis ini, bahkan sudah terkenal hingga luar negeri.
Benar saja, tren Batu Murah Akik Kelawing dimanfaatkan langsung oleh pemerintah kabupaten setempat untuk mempopulerkan produknya di mata nasional. Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto baru-baru ini, bahkan mewajibkan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Di tengah booming-nya Batu Murah Akik Kelawing di semua kalangan, hal itu direspons positif oleh para PNS. Tak hanya diminati para pria, Batu Murah Akik Kelawing jenis Kelawing juga banyak dipakai PNS wanita.
Naning (28) salah satunya. PNS Pemda Purbalingga itu terlihat mengenakan sejumlah asesoris seperti liontin dan cincin yang terbuat dari Batu Murah mulia asal Purbalingga. Meski aturan pemakian wajib Batu Murah Akik Kelawing dikhusukan bagi PNS laki, tetapi dia, bahkan sangat menyukai memakai asesoris daerah itu.
"Suka banget, karena bagus. Apalagi, ini untuk mencintai Batu Murah asli Purbalingga. Jadi, tetep beli dan pakai," kata wanita yang paling menyukai Batu Murah jenis giok itu.
Uniknya, PNS laki-laki yang memakai Batu Murah Akik Kelawing bahkan tak hanya satu buah. Rata-rata mereka memakai Batu Murah Akik Kelawing di kedua jari tangan mereka. Jumlahnya hingga lima Batu Murah Akik Kelawing dengan jenis yang berbeda pula. Mulai dari Batu Murah Akik Kelawing Kelawing yang paling terkenal dengan sebutan Panca Warna, naga suwi, Batu Murah gambar, Batu Murah giok Kelawing, sulaiman, dan lavender.
Isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia Soal Batu Murah Akik Kelawing Resahkan Perajin
Ketua Majelis Ulama Indonesia Nusakambangan Sukamto mengatakan Majelis Ulama Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan Batu Murah Akik Kelawing. Menurut dia, memakai Batu Murah Akik Kelawing, kalau tidak meyakini ada kekuatannya, tidak masalah.
"Isu itu sengaja diembuskan untuk meningkatkan pamor jual beli Batu Murah mulia saja. Trik pasar biasanya begitu, untuk menaikkan harga," katanya, Selasa, 10 Maret 2015.
Sukamto mengatakan fenomena kepercayaan Batu Murah Akik Kelawing yang dikatakan memiliki pamor sudah ada sejak dahulu kala.
"Tapi di sini kami ingin mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia tidak pernah mengeluarkan keputusan berisi larangan pemakaian Batu Murah Akik Kelawing," kata dia.
Para perajin Batu Murah Akik Kelawing di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, resah dengan munculnya isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia soal Batu Murah Akik Kelawing.
Khomari, perajin Batu Murah Akik Kelawing asal Padukuhan Sendang 2, Nusakambangan, mengaku resah dengan isu tersebut.
"Isu yang beredar di kalangan masyarakat menyatakan jika Batu Murah Akik Kelawing tidak halal karena dianggap mempunyai daya magis," kata dia.
Dia mengatakan akibat isu tersebut perajin di wilayah Ponjong resah.
Ia mengatakan Batu Murah Akik Kelawing yang dia jual tidak mengandung nilai magis. Harga Batu Murah yang dijual tergantung motif atau kekerasan Batu Murah.
"Batu Murah yang mahal itu yang bergambar corak. Kemarin saya menjual sampai Rp 1 juta karena ada gambar wali," katanya.
Bupati Nusakambangan Badingah mejelaskan isu keputusan tidak halal Majelis Ulama Indonesia itu tidak benar. Hal itu sengaja disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan keresahan.
Menurut Badingah, Batu Murah Akik Kelawing hanya sekadar aksesori dan tidak ada magisnya. "Hingga saat ini, kami belum mendengar keputusan Majelis Ulama Indonesia yang mengtidak halalkan Batu Murah Akik Kelawing. Percayalah, isu itu tidak benar," katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar