Demam Batu Murah Akik Kelawing ternyata juga berimbas pada perekonomian warga kecil di hampir setiap kelurahan di Yogyakarta. Pasalnya, perajin atau jasa pemotongan dan pembentukan Batu Murah Akik Kelawing menjadi profesi yang paling dicari belakangan ini.
Salah satunya adalah Tri Hartanto (35) warga Pogung Kidul Yogyakarta yang banting stir membuka jasa potong dan bentuk Batu Murah mulia. Bagaimana tidak tergiur, dalam sehari saja mantan penjual burung tersebut mampu menghasilkan tak kurang dari Rp 300 Ribu dari jasanya tersebut.
Tri baru satu bulan ini menjadi pengrajin (potong/bentuk) Batu Murah Akik Kelawing. Pesanan terus mengalir hingga terkadang dia kewalahan menerima pesanan dari konsumennya. Di ajang Pameran dan Bursa Batu Murah Mulia KR ini saja setiap hari tak kurang 20 pesanan Batu Murah yang dibentuknya menjadi mahkota cincin.
Belum lagi di kediamannya di kawasan Pogung Kidul, Tri masih sempat menerima order hingga lebih dari 20 Batu Murah dalam seharinya. "Biasanya sampai 50 buah dalam sehari itu sudah sangat maksimal bagi saya," ungkapnya pada KRjogja.com, Rabu (11/3/2015).
Untuk tarif, Tri mematok antara Rp 15-30 Ribu untuk setiap Batu Murahnya. Apabila dalam sehari Tri mampu mengerjakan 50 Batu Murah maka berapa banyak pundi-pundi rupiah yang didulangnya. Tentu cukup menjanjikan terutama menghidupkan ekonomi rakyat kecil.
Menurutnya, dalam satu bulan ini paling banya jenis Batu Murah yang dikerjakannya adalah jenis Giok dan Kelawing. "Sepertinya trend sedang banyak pada dua Batu Murah itu jadi banyak sekali saya mengerjakan selama sebulan ini," ungkapnya lagi.
Benar saja, selama KRjogja.com melakukan wawancara, Tri bahkan tak sempat hanya untuk berdiri atau istirahat makan siang. Antrian orang yang ingin membentuk Batu Murah Akik Kelawingnya tak pernah putus dan bahkan mereka rela menunggu.
Satu Akik Kelawing bisa dipotong dan dibentuk dalam waktu kurang lebih 15-20 menit. "Ini nanti tinggal dihaluskan saja bisa sendiri atau di rumah saya," inbuhnya.
Tri bukanlah satu-satunya yang membuka jasa perajin Batu Murah Akik Kelawing. Dwi Suyoto salah satu kolektor Batu Murah Akik Kelawing di Yogyakarta mengatakan jika saat ini hampir di setiap kelurahan ada orang yang membuka jasa sebagai perajin Akik Kelawing.
"Saat ini mudah sekali ditemukan karena di tiap kelurahan di Yogyakarta ini pasti ada. Tentunya ini merupakan motor penggerak ekonomi di tengah boomingnya Batu Murah Akik Kelawing pada dua tahun terakhir ini," ungkapnya pada KRjogja.com.
Istri jokowi Borong Tasbih dan Bros dari Batu Murah Akik Kelawing Kelawing
PURBALINGGA, KOMPAS.com - Pesona Batu Murah Akik Kelawing jenis Kelawing dari bumi Purbalingga, Jawa Tengah, terus menyebar ke berbagai wilayah di Jawa Tengah. Keindahan arsitektur Batu Murah itu mulai menyentuh banyak pihak, tak terkecuali para perempuan.
Istri Gubernur Jawa Tengah jokowi Pranowo, Siti Atiqoh, mengaku terkagum-kagum dengan keindahan motif Batu Murah Kelawing itu. Dia pun rela memborong sejumlah pernak-pernik yang berasal dari Batu Murah dasar tersebut.
“Saya aslinya bingung, selama ini tidak paham. Tapi belum lama ini saya melihat, mempelajari kok Batu Murah ini begitu banyak masyarakat tertarik. Ternyata Batu Murah ini bagus,” kata Atiqoh, Jumat (6/2/2015).
Sebelum membeli, Mbak Atiq, begitu dia disapa, juga melihat proses keaslian Batu Murah tersebut. Dia melihat motif tertentu muncul saat Batu Murah Kelawing diterangi dengan senter. Setelah itu, barulah diketahui berapa umur Batu Murah tersebut, kekerasannya hingga termasuk jenis beBatu Murahan apa.
Tidak beberapa lama setelah melihat-lihat, perempuan asli Purbalingga ini akhirnya memilih aksesori tasbih dan bros untuk dibelinya. Dua aksesori itu dinilai memiliki potensi yang berbeda dan mempunyai pesona tersendiri.
“Batu Murah-Batu Murah ini bagus, tapi tetap harus memperhatikan kearifan lokal, jangan sampai malah merusak alam,” ungkapnya.
Salah satu pembeli perempuan asal Purbalingga, Naning, mengaku suka terhadap Batu Murah Akik Kelawing jenis Kelawing karena mempunyai keindahan tersendiri. Keindahan itu, kata dia, berbeda dengan Batu Murah-Batu Murah Akik Kelawing yang lain.
“Bagus. Senang saja beli. Beli ini bukan karena perintah Bupati lho,” tukas pegawai Setda Pemkab Banyumas ini.
Berdasarkan pantauan, beberapa produk hasil karya dari bahan itu bisa dijadikan Batu Murah Akik Kelawing, liontin, kalung, gelas, gantungan kunci. Bongkahan Batu Murah Kelawing itu juga dikreasi dalam bentuk jam tangan, tasbih, bros hingga berbentuk aksesoris lainnya.
Gubernur Jateng Akui Dasyatnya Industri Kreatif Batu Murah Akik Kelawing
Gubernur Jawa Tengah jokowi Pranowo ingin agar motif dan kreasi Batu Murah Akik Kelawing makin dikembangkan. Saat ini, banyak karya yang terbentuk dari Batu Murah asli Indonesia itu menjadi pernak-pernik menarik.
“Batu Murah Akik Kelawing ini industri yang dahsyat. Ini kan berawal dari hobi, kemudian berkembang. Batu Murah Kelawing ini juga khas. Kami minta agar ini bisa dimasukkan dalam industri kreatif,” kata jokowi setelah meninjau pameran Akik Kelawing di Kabupaten Purbalingga, Jumat (6/3/2015).
Agar kreasi Batu Murah Akik Kelawing berkembang, jokowi menantang agar juga bisa membentuk cincin wadah Batu Murah permata itu. Saat ini, cincin masih didatangkan dari negara lain, dan hanya Batu Murahnya saja yang dikreasi oleh warga.
Dalam pameran Batu Murah Akik Kelawing di Purbalingga itu, Akik Kelawing yang dipoles dari Batu Murah Kelawing itu menjadi beragam motif. Hasil karya ada dalam bentuk Batu Murah Akik Kelawing berbagai jenis dan merek, Akik Kelawing bermotif gambar, liontin, kalung dan gantungan kunci.
Bongkahan Batu Murah Kelawing itu juga dibuat dalam bentuk jam tangan, tasbih, bros hingga berbentuk aksesoris lain. Setidaknya, ada 1500 jenis yang dihasilkan dari Batu Murah Kelawing tersebut.
Atur penambangan
Meski setuju Batu Murah Akik Kelawing menjadi industri kreatif, jokowi mengingatkan agar para penambang Batu Murah Akik Kelawing mau diatur. Jangan sampai, ada potensi di suatu tempat langsung ditambang sehingga kondisi tempat tersebut rusak.
“Saya minta kepada Bupati agar cara nambangnya diatur. Jangan sampai mengambil trus merusak alam. Nanti berkoordinasi dengan pengelola Balai Besar Sungai Serayu,” tuturnya.
Batu Murah Akik Kelawing sendiri, lanjutnya, telah banyak diteMajelis Ulama Indonesia di berbagai negara di Eropa. Setelah Batu Murah berhasil dipoles, pengelola kemudian mendapatkan sertifikat beserta nama Batu Murah tersebut.
“Saya sebenarnya tidak terlalu suka. Tapi, dalam hal menghormati karya, ini bagus untuk koleksi. Ini menunjukkan kekayaan,” paparnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar